
SUMOBOLA– Kylian Mbappe Semprot Bintang Benfica, Gianluca Prestianni: Dasar Rasis! Jangan Main Lagi di Liga Champions!
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe sangat murka terhadap pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Ia menyebut pemain sayap Benfica itu seorang rasis dan tidak layak untuk bermain di kompetisi elit Liga Champions.
Dini hari tadi, Real Madrid bertandang ke markas Benfica untuk pertandingan leg pertama babak playoff Liga Champions 2025/2026. Di laga ini, Real Madrid berhasil menang dengan skor tipis 1-0.
Namun sepanjang laga itu, ada beberapa drama yang mencuri perhatian. Salah satunya adalah Prestianni yang diduga melakukan tindakan rasisme ke Vinicius Junior saat sang pemain merayakan golnya ke gawang Benfica.
Mbappe sendiri tidak terima melihat kelakuan winger muda asal Argentina tersebut. “Gianluca Prestianni tidak boleh lagi bermain di Liga Champions,” buka Mbappe.
Kelakuan Tidak Bisa Diterima
Menurut Mbappe, Prestianni mengolok-olok Vini dengan ujaran monyet. Ia menilai hal seperti itu tidak bisa diterima apapun alasannya.
“Prestianni dengan jelas memanggil Vini Jr seekor monyet dan itu lima kali terjadi. Saya melihat langsung apa yang terjadi itu.” sambung Mbappe.
“UEFA memiliki kamera-kamera terbaik di dunia dan kita tunggu apa yang akan terjadi nanti. Apa yang dia lakukan itu tidak bisa diterima dan ini bukan kelakuan seorang manusia.”
Tidak Ada Penyesalan
Lebih lanjut, Mbappe mengaku semakin kesal karena Prestianni tidak menunjukkan raut penyesalan seolah-olah apa yang ia lakukan pada Vini itu sesuatu yang benar.
“Dia (Prestianni) masih muda, namun bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu di atas lapangan? Kita lihat apa yang akan terjadi nanti,” sambung Mbappe.
“Benfica adalah klub top, dan saya tidak punya masalah dengan mereka. Namun Prestianni tidak boleh lagi bermain di UCL. Apakah Prestianni meminta maaf? Apa anda lihat wajahnya? Kami tidak bodoh! Saya dan Vini melihat dan mendengar apa yang ia katakan,” pungkas Mbappe.
Diselidiki UEFA
Pada pertandingan tersebut, wasit Francois Letexier sempat mengaktifkan protokol anti rasisme, sehingga pertandingan dihentikan sementara waktu.
UEFA dikabarkan akan melakukan investigasi serius untuk masalah dugaan rasisme tersebut.






