Efek Michael Carrick: Satu Kebijakan Sederhana yang Mengubah Wajah Manchester United

SUMOBOLA – Manchester United memasuki fase baru sejak Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih kepala hingga akhir musim. Bukan hanya hasil di lapangan yang berubah, tetapi juga detail kecil di balik layar yang ternyata berdampak besar pada performa tim.

Carrick langsung mencuri perhatian setelah membawa United meraih tiga kemenangan beruntun. Manchester City, Arsenal, dan Fulham berhasil ditaklukkan, sebuah capaian yang membuat Setan Merah kembali bersaing di papan atas Premier League.

Di balik rentetan hasil positif itu, Carrick melakukan penyesuaian yang terbilang sederhana, tetapi signifikan. Ia berani menyentuh kebiasaan lama yang sudah mengakar sejak era Erik ten Hag hingga Ruben Amorim.

Satu keputusan kecil menjadi sorotan utama: Carrick menghapus kewajiban latihan sehari setelah pertandingan. Sebuah kebijakan yang sebelumnya nyaris tidak pernah disentuh oleh para pendahulunya di Old Trafford.

Michael Carrick memutuskan untuk meniadakan latihan sehari setelah pertandingan kompetitif. Sebagai gantinya, ia memberikan hari istirahat penuh kepada para pemain dalam 24 jam pertama setelah laga.

Kebijakan ini kontras dengan pendekatan Erik ten Hag dan Ruben Amorim yang mewajibkan sesi latihan pascalaga, terlepas dari kondisi fisik pemain. Carrick menilai pemulihan mental dan fisik sama pentingnya dengan aspek taktik.

Sesi pemulihan tetap ada, tetapi dijadwalkan dua hari setelah pertandingan. Dengan cara ini, pemain memiliki waktu untuk menurunkan ketegangan, memulihkan tubuh, dan kembali berlatih dengan kondisi lebih segar.

Perubahan ini disambut positif di ruang ganti. Intensitas pertandingan Premier League yang tinggi membuat kebijakan Carrick terasa relevan, terutama dalam menjaga konsistensi performa dari pekan ke pekan.

Tak hanya soal jadwal latihan, Carrick juga mengubah cara berkomunikasi dengan pemain. Ia memilih berbicara langsung di ruang ganti usai pertandingan, sesuatu yang jarang dilakukan Ruben Amorim menurut laporan The Athletic.

Carrick memberikan umpan balik awal secara kolektif, lalu menyimpan analisis mendalam untuk hari-hari berikutnya. Pendekatan ini membuat pesan lebih mudah diterima tanpa membebani emosi pemain pascalaga.

Di lapangan, Carrick membongkar formasi 3-4-3 kaku warisan Amorim dan mengembalikan fleksibilitas permainan. Kobbie Mainoo kembali ke starting XI, simbol kepercayaan Carrick pada keseimbangan lini tengah.

Perubahan lain juga terlihat dari sesi latihan yang dipersingkat namun lebih intens. Hasilnya mulai terasa: Manchester United tampil lebih segar, lebih fokus, dan kembali berada di jalur persaingan Liga Champions.

Related Posts

Prediksi Man United vs Tottenham 7 Februari 2026

SUMOBOLA – Pertandingan Man United vs Tottenham pada pekan ke-25 Premier League 2025-2026 akan digelar di Old Trafford. Pertandingan Liga Inggris ini dijadwalkan kick-off Sabtu, 7 Februari 2026, jam 19.30 WIB,…

Update Cedera Manchester United: Mason Mount Hampir Kembali, Matthijs De Ligt Masih Menepi

SUMOBOLA – Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberikan update terbaru tentang kondisi tim. Situasi ruang perawatan menjadi perhatian utama, terutama terkait tiga pemain yang masih berkutat dengan cedera. Mason Mount, Matthijs de Ligt,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Efek Michael Carrick: Satu Kebijakan Sederhana yang Mengubah Wajah Manchester United

Efek Michael Carrick: Satu Kebijakan Sederhana yang Mengubah Wajah Manchester United

INFO KEMENANGAN SUMO BOLA 07 FEBRUARI 2026

INFO KEMENANGAN SUMO BOLA 07 FEBRUARI 2026

PREDIKSI BOLA 07 – 08 FEB 2026

PREDIKSI BOLA 07 – 08 FEB 2026

JADWAL BOLA 07 – 08 FEBRUARI 2026

JADWAL BOLA 07 – 08 FEBRUARI 2026

Prediksi Man United vs Tottenham 7 Februari 2026

Prediksi Man United vs Tottenham 7 Februari 2026

JADWAL BOLA 06 – 07 FEBRUARI 2026

JADWAL BOLA 06 – 07 FEBRUARI 2026